TUGAS JURNAL

Posted: 15 Juni 2011 in Puspita Herlianti

JURNAL
Disusun oleh : Puspita Herlianti
Noreg : 5215107362

Peningkatan Hasil Belajar Menerapkan Dasar – Dasar Elektronika Melalui Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Stad (Student Team Achievement Division) di SMKN 5 Jakarta
Wulandari, Dr. Yuliatrri Sastrawijaya, Muhammad Yusro, M.T.

This study used a qualitative approach to obtain data and analysis through studies, participatory and collaborative. The development program is based on data and information from students, teachers, and social settings in heterogeneous classes through four phases of classroom action research cycle. To improve the subject learning outcomes in basic competencies describe the electronic properties of passive and active and students activities carried Classroom Action Research (CAR) using cooperative learning Learning Type STAD (Student Team Achievement Division) in SMKN 5 Jakarta.
Keywords: cooperative learning, STAD, Applying Learning the basics of Electronic, CAR 

          SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) kelompok teknologi industri sebagai suatu lembaga formal yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menyelenggarakan sistem pendidikan yang mengacu pada perkembangan teknologi di dunia industri. Salah satu sekolah teknik kejuruan yang berkompeten dibidangnya adalah SMKN 5 Jakarta Timur. Jurusan audio video SMKN 5 Jakarta menekankan kemampuan siswa dalam menguasai dasar – dasar elektronika, maka mata pelajaran Menerapkan Dasar – dasar Elektronika khusunya kompetensi dasar menjelaskan sifat – sifat komponen elektronik pasif dan aktif harus dikuasai oleh siswa agar dapat menguasai teori elektronika yang lebih tinggi.

Dalam proses pembelajaran mata pelajaran dasar – dasar elektronika, guru kurang optimal karena dalam pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered) dan buku padahal proses pembelajaran adalah hal yang utama. Oleh karena itu, diperlukan suatu strategi pembelajaran yang tepat, karena strategi pembelajaran merupakan sarana interaksi antara guru dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut pendapat Kemp (1995) bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Penggunaan strategi pembelajaran yang kurang tepat dapat menimbulkan kebosanan, kurang dipahami, dan monoton, sehingga siswa tidak termotivasi untuk belajar.
Hasil belajar siswa X AV 2 SMKN 5 Jakarta dalam belajar Menerapkan Dasar – Dasar Elektronika secara umum relatif rendah dan menyebabkan ketidaktuntasan pelajaran. Ada beberapa faktor penyebabnya, antara lain; 1) dalam hal pengerjaan tugas, jika tidak ada konsekuensi tugas harus dikumpulkan, maka hanya sebagian kecil siswa saja yang mengerjakan tugas teersebut, 2) cara belajar siswa yang pasif, jarang meminta penjelasan lebih lanjut kepada guru bila ada materi pelajaran yang belum dimengerti diketahui (belum paham), 3) siswa tidak termotivasi untuk memusatkan perhatian pada materi pelajaran saat pelajaran sedang berlangsung di kelas, 4) metode mengajar yang digunakan guru kurang bervariasi.
Menerapkan dasar – dasar elektronika
Salah satu yang termasuk dalam menerapkan dasar – dasar elektronika adalah komponen pasif dan aktif. Komponen pasif, yaitu komponen yang secara tunggal belum/tidak mampu menunjukan satu bentuk performa / kemampuan untuk kerja. Sedangkan yang dimaksud komponen aktif, yaitu komponen yang secara tunggal (tanpa bantuan komponen lain) sudah mampu menunjukan satu bentuk performa / kemampuan untuk bekerja.
Beberapa macam komponen aktif dan pasif yang merupakan dasar dari pelajaran menerapkan dasar – dasar elektronika dapat dibagi menjadi: komponen pasif; seperti resistor, induktor, dan transformator. Dan komponen aktif yang akan dipelajari seperti: kapasitor, dioda, transistor, thyristor, CMOS, MOS, dan FET.

Strategi Cooperative Learning (pembelajaran kooperatif)
Menentukan konsep strategi pembelajaran yang akan digunakan terdiri dari beberapa pertimbangan, antara lain; 1) pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai, 2) pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran, 3) pertimbangan dari sudut siswa, dan 4) pertimbangn – pertimbangan lainnya.
Yang dimaksud dengan pembelajaran kooperatif merupakan metode pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan / tim kecil, yaitu terdiri antara empat sampai enam orang siswa dengan memiliki latar belakang kemampuan akademik, kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen). Biasanya, sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperolah penghargaan (reward), jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. Dengan demikian, setiap kelompok akan memiliki ketergantungan positif. Ketergantungan semacam itulah yang selanjutnya akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap anggota kelompok.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan saudari Ani Kurniasih dengan judul Komparasi Antara Siswa yang Diberi Metode TGT (Teams Games Tournaments) dengan STAD (Student Teams Achievement Division) Kelas X Pokok Bahasan Hidrokarbon pada tahun 2008, dapat terlihat dari hasilnya bahwa penggunaan dengan metode TGT lebih baik dari STAD. Sedangkan menurut penelitian dari saudari Hesti Setianingsih pada mata pelajaran metematika dengan menggunakan metode STAD terlihat labih baik. Sehingga berdasarkan acuan dari data – data tersebut maka penelitian ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran, yakni strategi pembelajaran cooperative learning tipe STAD.

Tipe Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division)
Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe dari pembelajaran kooperatif yang menggunakan kelompok / tim kecil dengan anggota tiap kelompoknya antara empat sampai enam orang siswa yang penempatannya secara heterogen. Sebagai salah satu tipe pembelajaran di sekolah, tipe STAD harus dapat mendukung kondisi yang berkaitan dengan strategi yang dikembangkan, yaitu sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk mengajak siswa agar dapat berpartisipasi aktif di dalam kelas maupun dalam mengerjakan tugas – tugas yang diberikan oleh pengajar dalam memperolah pengetahuan. Pemanfaatan tipe pembelajaran STAD sebagai tipe pembelajaran menerapkan dasar – dasar elektronika mengkondisikan siswa untuk berfikir krisis dalam menyelesaikan tugas, berperan aktif, dan belajar dari siswa yang lain.
Strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran menerapkan dasar – dasar elektronika
Penggunaan strategi pembelajaran bertujuan sebagai wahana untuk merangsang siswa makin termotivasi untuk belajar. Namun, realitas yang ada di tingkat sekolah menengah kejuruan memperlihatkan dalam pembelajaran menerapkan dasar – dasar elektronika, guru dari mata pelajaran kurang optimal, sehingga siswa kurang aktif di dalam kelas. Maka guru dituntut untuk menciptakan pembelajaran menerapkan dasar – dasar elektronika agar menarik, yaitu dengan menggunakan strategi cooperative learning tipe STAD. Siswa dilatih keterampilan yang spesifik untuk membantu sesama temannya bekerja sama satu permainan kelompok kecil agar mampu dan dapat mandiri dalam menyelesaikan soal – soal tentang mata pelajaran menerapkan dasar – dasar elektronika.
Dari hasil penelitian tindakan kelas yang peneliti lakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat menghasilkan peningkatan nilai hasil belajar dalam raport, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, serta menuntut siswa untuk dapat menguasai kompetensi yang akan dicapai.
2. Pembelajaran dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD membuat siswa lebih aktif dan memberikan kesempatan siswa untuk saling membagi informasi dan pengetahuan sehingga timbul suatu interaksi dan menumbuhkan kerjasama antar anggota kelompok.
3. Melalui strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD membuat siswa termotivasi dan lebih berani mengeluarkan pendapat saat pembelajaran di kelas, serta dapat menyuburkan hubungan antar pribadi yang positif di antara siswa yang berasal dari ras yang berbeda.
4. strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD mendorong motivasi siswa untuk menemukan jawaban atas solusi dari permasalahan yang ada. Hal ini membuat siswa menjadi lebih memahami materi pelajaran dan meningkatkan hasil belajar.
5. Melalui diskusi akan terjalin komunikasi dan terjadi interaksi dengan siswa lain dengan saling berbagi ide serta memberi kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya, serata dapat belajar secara berkelompok dan siswa yang lebih pandai dapat memberikan bantuan kepada siswa yang kurang pandai. Ini dapat menumbuhkan motivasi belajar bagi siswa yang akan berdampak positif pada hasil belajar mereka.
6. Hasil belajar siswa SMKN 5 Jakarta khususnya kelas X AV2 pada pokok bahasan sifat-sifat komponen elektronika pasif dan aktif dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memenuhi KKM dan target yang ditetapkan oleh peneliti dan kolaborator. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan dan perubahan terhadap hasil belajar pada setiap silkus yang dilaksanakan.
7. Pada siklus I kegiatan yang dirancang oleh peneliti adalah dengan Pre Test dan Post Test dengan nilai rata-rata siswa adalah 70,6 dengan tingkat kelulusan 70,96% serta materi jobsheet I membaca dan mengidentifikasi nilai resistor dengan nilai rata-rata siswa sebesar 75% dan jobsheet 2 membaca dan mengidentifikasi Kondensator/Kapasitor dengan nilai rata-rata siswa sebesar 76%.
8. Pada siklus 2 kegiatan yang dirancang oleh peneliti adalah dengan Pre Test dan Post Test dengan nilai rata-rata siswa adalah 80,4 dengan tingkat kelulusan 91,66%, serta materi jobsheet 3. Pengukuran kaki Transistor dengan nilai rata-rata siswa sebesar 78%.
9. Pada siklus 3 kegiatan yang dirancang oleh peneliti adalah dengan Pre Test dan Post Test dengan nilai rata-rata siswa adalah 83,4 dengan tingkat kelulusan 93,10%. Serta materi Jobsheet 4. Mengidentifikasi dan menguji karakteristik dioda dengan nilai rata-rata siswa sebesar 79%.
10. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diperoleh juga dari kerjasama antara guru dan siswa dalam pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD, yaitu pada siklus I hasil pengamatan untuk kolaborator sebesar 76% dan siswa sebesar 72%, siklus 2 hasil pengamatan untuk kolaborator sebesar 85% dan siswa sebesar 76%, sedangkan pada siklus 3 hasil pengamatan kolaborator sebesar 89% dan siswa sebesar 82%.

Berdasarkan hasil presentase hasil rata-rata siswa dan pemantauan siklus dapat disimpulkan bahwa penguasaan teoritik dan praktik tentang penjelasan sifat-sifat elektronika pasif dan aktif melalui metode pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s