Tugas Bahasa Indonesia “Jurnal Skripsi”

Posted: 8 Juni 2011 in Chintya Bunga

Judul Skripsi :

‘Peningkatan Hasil Belajar Teori Dasar Elektronika dengan menyisipkan Kompetensi Dasar Perakitan Komputer pada Siswa Kelas X AV 1 (Audio Visual) SMKN 39 dengan menggunakan Metode Discovery”

Penulis Skripsi :

“Ermawan Sulistyo” – 5215037399

Pendidikan Teknik Elektronika

Fakultas Teknik

Universitas Negeri Jakarta 2010

 

Dosen Pembimbing Materi :

Dr. Bambang Dharmaputra, M. Pd

Dosen Pembimbing Metodelogi :

Drs. E. S. Triday, M. Pd

Abstrak

Ermawan Sulistyo, Peningkatan Hasil Belajar Teori Dasar Elektronika dengan menyisipkan Kompetensi Dasar Perakitan Komputer dengan menggunakan Metode Discovery di SMKN 39.

Thesis, Jakarta: Education Studies Program Electronics Engineering, Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Jakarta, 2010.

This study aimed to seek the Improved Learning Outcomes Basic Electronics Theory by Inserting Basic Competence Assembling Computer by Using the Method of Discovery.

The study was conducted at SMK 39 Jakarta Pusat Class X student of an AV (Audio Visual), amounting to 34 people consisting of, 26 students and 8 students, academic year 2009/2010 in the odd semester. This type of research conducted is Action Research Class. This study used a qualitative approach to obtain the data and analysis through the study – the study of reflective, participatory, and collaborative. Development Program based on data – data and information from students, teachers, and social setting of the class scientific research through the three stages of the cycle class action. To improve student learning outcomes and activities performed Classroom Action Research (PTK) using the method of Discovery, where students get the assignment of teachers to find and create information about the material that will be discussed through various sources that are intended to enable students to participate actively seek information other than textbooks associated with the material. goal of this research is a class X AV (Audio Visual) SMK 39 Jakarta Pusat the odd semester 2009/2010 academic year.

In the first cycle; most students are unfamiliar with the condition belajarsehingga action by giving a little explanation with examples / pictures. From the observations, the average value increased from 72 students with a graduation rate of 82% to 72.6 with a graduation rate of 85% in the second cycle, and to 77 with a graduation rate of 89% in the third cycle. From the results of classroom action research can be seen that the use of Discovery in research methods proven to improve the quality of student learning levels. Therefore, the learning model of this study can be used as a variation model of learning the basic theories of learning eyes Electronics demanding cognitive abilities and creativity of students.

keyword  :  Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Metode Discovery.

 Bab I

  • Latar Belakang Masalah

Semakin dekatnya era globalisasi yang akan dihadapi oleh masyarakat seluruh dunia, makaa tentunya memacu bangsa indonesia untuk meningkatkan kualitas masyarakatnya agar semakin maju. Mandiri serta sejahtera yang sesuai dengan cita – cita bangsa indonesia.

Dengan melihat adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, memacu bangsa indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa dengan sebaik- baiknya.

SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Teknologi Industri sebagai suatu lembaga formal yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan yang memacu pada pengembangan teknologi didunia industri.

Salah satu SMK yang telah melaksanakan KTSP (Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan) adalah SMKN 39 Jakarta Pusat. Secara khusus pemerintah telah merancang struktur kurikulum yang sangat baik, mencakup mata pelajaran umum, dan mata pelajaran kejuruan. Dimana, telah disusun program pendidikan dan pelatihan dibagi menjadi tiga yaitu Normatif, Adaptif, dan Produktif.

SMKN 39 merupakan salah satu bagian dari pendidikan formal yang memiliki 3 (tiga) program studi. Salah satu diantaranya yaitu Audio Video. Program studi ini mempunyai kompetensi dan seluruhnya dijadikan judul mata diklat. Salah satu dari mata diklat diklat itu adalah Teori Dasar Elektronika dengan menyisipkan Kompetensi Dasar Perakitan Komputer . Mata diklat ini diberikan kepada siswa kelas X semester 1.

Realitas yang ada ditingkat sekolah menengah kejuruan memperlihatkan banyak siswa yang menganggap bahwa proses pembelajaran Teori Dasar Elektronika dengan menyisipkan Kompetensi Dasar Perakitan Komputer sebagai sesuatu yang membosankan, monoton, kurang menyenangkan, kurang variatif, dan keluhan-keluhan lainnya sehingga menyebabkan hasil belajar siswa pada kompetensi ini kurang maksimal.

  • Perumusan Masalah

Dengan mempertimbangkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan karena adanya tuntutan dari siswa serta hasil diskusi dengan guru kolaborator,  maka dipenelitian ini masalah dibatasi pada: “Bagaimanakah Tingkat Hasil Belajar Teori Dasar Elektronika dengan menyisipkan Kompetensi Dasar Perakitan Komputer menggunakan Metode Discovery?

  • Tujuan Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini penulis bertujuan untuk mengupayakan peningkatan hasil belajar mengenai Dasar – Dasar Elektronika dengan menyisipkan Kompetensi Dasar Perakitan Komputer menggunakan Metode Discovery dengn cara mencari dan membuat informasi tersebut dari berbagai sumber yang ada.

  • Kegunaan Penelitian

Dari hasil penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :

  1. Guru dapat menumbuhkan kebiasaan menulis, berpikir analitis, dan ilmiah.
  2. Saat Guru dikelas dapat memperbaiki mutu pelajaran, serta dapat meningkatkan rasa percaya diri, dan memungkinkan guru secara aktif mengembangkan keterampilan dan ilmu pengetahuannya.
  3. Guru Elektronika yang diharapkan dapat dijadikan saah satu bahan pertimbangan dan sebagai salah satu alternatif pembelajaran dikelas guna meningkatakan hasil belajar siswanya, mengingat banyak sumberyang dapat merangsang kreativitas siswa karena Guru bukanlah satu – satunya sumber ilmu pengetahuan.
  4. Mahasiswa yang ingin meneliti tentang peningkatan hasil belajar siswa SMK, sehingga peneliti berharap penelitian yang disusun ini dapat menjadi bahan masukkan dan referensi bagi penelitian yang sejenis.

Bab II

  • Kesimpulan
  1. Pembelajaran dengan menggunakan metode Discovery dapat menambah ilmu pengetahuan, keahlian, kemampuan bertanya siswa, sikap menghargai pendapat orang lain, dan menuntut siswa untuk dapat menguasai kompetensi yang akan dicapai sehingga dapat meningkatkan kemampuan akademiknya dalam raport.
  2. Pembelajaran dengan menggunakan metode Discovery membuat siswa menjadi lebih aktif dan memberikan kesempatan siswa untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan sehingga timbul suatu interaksi dan menumbuhkan kerjasama.
  3. Melalui metode Discovery membuat siswa lebih berani mengutarakan pendapat dan mengajukan pertanyaan pada saat pembelajaran dikelas.
  4. mendorong motivasi siswa untuk menemukan jawaban atau solusi dari permasalahan yang ada. Hal itu membuat siswa lebih memahami materi pembelajaran, dan meningkatkan hasil belajar.
  • Implikasi

Implikasi terhadap Guru yaitu Guru selama ini sebagai fasilitator yang utama dalam pembelajaran, siswa hanya sebagai pendengar dan penerima pelajaran apa yang disampaikan oleh guru. Dengan cara belajar seperti itulah siswa tidak akan dapat mengembangkan cara berfikirnya serta kreativitasnya karena hanya bersumber dari guru saja.

Untuk itulah guru harus mengubah cara pembelajaran melalui Konstruktivisme yaitu siswa harus membangun sendiri  pengetahuan didalam benaknya. guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberikan siswa kesempatan untuk menemukan  serta menerapkan ide-ide meraka sendiri.

  • Saran
  1.  Buku Pelajaran dan Guru bukan satu-satunya sumber pembelajaran karena dengan memberinya tugas mencari dan membuat solusi dari suatu permasalahan dapat memperkuat pemahaman dan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
  2. Sebelum diaktifkan atau dimulai suatu pelajaran harus dipahami dulu silabus dan RPP karena guru dituntut untuk mengolah materi pembelajaran menjadi kegiatan belajar mengajar sesuai dengan standar kompetensi kelulusan suatu kurikulum dan tuntutan dunia industri.
  3. Materi pengajaran teori hendaknya diberikan pemahaman dasar-dasar yang kuat dan dapat diaplikasikan sesuai perkembangan teknologi. sedangkan media untuk praktik hendaknya diperbaharui mengikuti perkembangan zaman dan teknologi sehingga pengalaman siswa selama pembelajaran yang berlangsung disekolah dapat diaplikasikan dengan baik dilingkungan kerja nantinya.

Daftar Pusaka

Ortrun Zuber-Skerritt. 1992 Action Research In Higher Education Example and Reflections. London N1 9JN, Kogan.

Salmeto. 1991 Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester (SKS). Jakarta: Bumi Aksara.

Suwarsih Madya. 2006 Teori dan Praktek penelitian Tindakan. Bandung: Alfabeta.

Wayan Sadia. 1993 Jurnal Dampak Pengajaran Fisika dengan Metode Discovery Inquiry terhadap Sikap Ilmiah, Konsep Diri, dan Sikap Mandiri serta Hubungannya dengan Prestasi Belajar Fisika SMA di Bali. Majalah Ilmiah UNUD 19: 113 – 117.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s