Tugas 1,2,3,4

Posted: 10 Juni 2011 in Puspita Herlianti

Judul : “Pembangkit Pulsa Digital Menggunakan Sistem Lingkar Fasa Terkunci : Suatu Studi di Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika FPTK IKIP Jakarta 1991”

Oleh : Wisnu Djatmiko.

Tahun : 1991.
Kesalahan EYD pada bab 1 pendahuluan   

1. Dewasa ini perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang elektronika berjalan dengan pesat.

  •  Seharusnya, setelah kata dewasa ini diberi tanda koma.

2. Bila tidak tepat pemakai dapat mengkoreksi keluaran instrument tersebut.

  • Seharusnya, setelah kata tepat diberi tanda koma.
  •  Kata mengkoreksi seharusnya mengoreksi.

3. Mata kuliah teknik digital berdasarkan kurikulum menyatakan bahwa atara teori dan praktek harus disatukan.

  • Kata praktek seharusnya ditulis praktik.

4. Clok generator

  • Seharusnya clok ditulis clock. Kata dari bahasa asing ditulis miring atau digarisbawahi maka menjadi Clock Generator atau Clock Generator.

5. Pulsa clocknya adalah 5 volt dan 5 sampai 15 volt…

  • Seharusnya ditulis, “Pulsa clock-nya…”

6. Instumen

  • Seharusnya ditulis istrumen.

7. Alat instrumen apa saja yang dapat mengukur dan menganalisa pembangkit pulsa digital yang menggunakan sistem lingkar fasa terkunci?

  • Kata menganalisa seharusnya menganalisis.

8. Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi kehandalan pembangkit pulsa digital yang menggunakan sistem lingkar fasa terkunci?

  • Kata mempengaruhi seharusnya ditulis memengaruhi.

9. Oleh karena itu didesain rangkaian detektor fasa digital yang diperlihatkan pada gambar 2.

  • Seharusnya setelah kata “oleh karena itu” ditambahkan tanda koma.

10. Cara kerja alat pembangkit pulsa digital dengan menggunakan sistim lingkar fasa terkunci.

  • Seharusnya sistim ditulis sistem.

Istilah asing keteknikan:

  1. Clock : detak sinyal yang berfungsi untuk mengaktifkan sinyal digital. Istilah elektro: waktu
  2. IC  (Integrated Circuit) : suatu rangkaian elektronik yang dikemas menjadi satu kemasan yang kecil; piranti elektronis yang dibuat dari material semikonduktor. Biasa disebut chip.
  3. Digital : berhubungan dng angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu; berhubungan dng penomoran.
  4. Fasa :  tingkatan masa (perubahan, perkembangan, dsb).
  5. Sinusoidal : gelombang yang  ada hubungannya dengan R, L, dan C.
  6. Audio : bersifat dapat didengar
  7. Frekuensi : jumlah getaran gelombang suara per detik; jumlah getaran gelombang elektrik per detik pd gelombang elektromagnetik.
  8. Instrumen : alat yg dipakai untuk me-ngerjakan sesuatu (spt alat yg dipakai oleh pekerja teknik, alat-alat kedokteran, optik, dan kimia); perkakas.
  9. Teknologi :  metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; (2) keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
  10. Telekomunikasi : komunikasi jarak jauh melalui kawat (telegrap, telepon) dan radio: perkembangan — mengalami kemajuan.
  11. Komputer : alat elektronik otomatis yg dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut yg diinstruksikan, dan memberikan hasil pengolahan, serta dapat menjalankan sistem multimedia (film, musik, televisi, faksimile, dsb), biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrolan.

Catatan Kaki

1. IKIP Jakarta, Buku Pedoman Kegiatan Akademik Tahun 1989/1990 (Jakarta:IKIP Jakarta, 1989), p.2
2. Ibid, p.361
3. Herbert L.Krauss dan Charles W. Bostian, Teknik Radio Benda Padat, terjemahan Sutanto (Jakarta:UI-Press, 1990), p.181
4. David K. Morgan, The RCA COS/MOS Phase-Locker Loop Aversatile Building Blok for Micro-Power Digital and Analog Applications (USA RCA Solid Division), p.50
5. David K. Morgan, OP.Cit, p.53
6. Motorola Semiconductor Corporation, The C-MOS Data Book (Tokyo: Motorola Semiconductor Corporation, 1982), p.127
7. Herbert L. Krauss dan Charles W. Bostian, Teknik Radio Benda Padat, terjemahan Sutanto (Jakarta : UI-Press, 1990), p.198
8. Ibid, p.374
9. Ibid, p.182
10. Adhi Susilo, “Sintesa Frekuensi pada Peralatan Krap”, Elektron No.23 (1983), p. 2317

Daftar pustaka

Elektuur. Kumpulan Data Penting Komponen Elektronika. Terjemahan Wasito. Jakarta: Multimedia,1985.

­­­­­­­­­­­­­­________. Pesintesa Frekuensi Digit. Terjemahan Ignatius Hartono. Jakarta: Elex Media Komputindo. 1989.

Hayward. Wes (W7ZOI) and Doug Demaw (W1FB). Solid State Design for the Radio Amateur. Newington: American Radio Relay League, 1986.

IKIP Jakarta. Buku pedoman Kegiatan Akademik Tahun 1989/1990. Jakarta: IKIP Jakarta, 1989.

Loveday, George. Intisari Elektronika. Terjemahan Suryawan. Jakarta: Elex Media Komputindo, 1988.

Milman dan Halkias. Elektronika terpadu (Integrated Circuit) Rangkaian dan Sistem Analog dan Digital.

Tumangger, Iwan. “Pensintesa Frekuensi 88-108 MHz dan 132-174 MHz” Elektron HME ITB Tahun XIV – No. 38.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s